androsentris
androcentric
Ringkasan Singkat
Sudut pandang yang didasarkan pada pengalaman laki-laki sebagai standar universal, seringkali dengan mengabaikan perspektif perempuan.
Androsentrisme adalah sebuah kecenderungan atau bias dalam cara berpikir, penelitian, dan budaya di mana perspektif laki-laki dianggap sebagai pusat atau norma bagi seluruh umat manusia. Dalam sejarah psikologi, banyak teori awal tentang perkembangan moral atau kepribadian dikritik karena bersifat androsentris, karena teori-teori tersebut dikembangkan berdasarkan subjek penelitian laki-laki namun hasilnya diterapkan secara universal kepada perempuan tanpa mempertimbangkan perbedaan pengalaman hidup.
Bias androsentris dapat mengakibatkan marginalisasi terhadap pengalaman perempuan, di mana karakteristik feminin sering kali dipandang sebagai penyimpangan dari norma laki-laki. Kritik terhadap androsentrisme telah memicu munculnya psikologi feminis yang bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih inklusif dan akurat tentang perilaku manusia. Dalam masyarakat luas, androsentrisme tercermin dalam bahasa, kebijakan publik, dan struktur organisasi yang secara tidak sadar memprioritaskan kebutuhan dan cara pandang laki-laki.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Gilligan, C. (1982). In a Different Voice.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.